<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>fenomena &#8211; Daerah Eranasional.com</title>
	<atom:link href="https://daerah.eranasional.com/tag/fenomena/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.eranasional.com</link>
	<description>Jujur, terupdate dan profesional</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Sep 2025 03:01:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-WhatsApp-Image-2022-02-09-at-12.56.02-32x32.jpeg</url>
	<title>fenomena &#8211; Daerah Eranasional.com</title>
	<link>https://daerah.eranasional.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gerhana Bulan Total Akan Terjadi di RI Pada 7 September 2025</title>
		<link>https://eranasional.com/91527/gerhana-bulan-total-akan-terjadi-di-ri-pada-7-september-2025</link>
					<comments>https://eranasional.com/91527/gerhana-bulan-total-akan-terjadi-di-ri-pada-7-september-2025#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Angie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2025 03:01:02 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Bulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eranasional.com/91527/gerhana-bulan-total-akan-terjadi-di-ri-pada-7-september-2025</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, ERANASIONAL.COM &#8211; Gerhana Bulan total akan terjadi di langit Indonesia pada Minggu (7/9/2025). Gerhana kali ini terjadi dengan durasi total selama 1 jam 22 menit 6 detik. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan terjadi selama 5 jam 26 menit 39 detik. Sedangkan durasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, ERANASIONAL.COM</strong> &#8211; Gerhana Bulan total akan terjadi di langit Indonesia pada Minggu (7/9/2025). Gerhana kali ini terjadi dengan durasi total selama 1 jam 22 menit 6 detik.</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan terjadi selama 5 jam 26 menit 39 detik.</p>
<p>Sedangkan durasi parsialitas, yakni lama waktu dari fase gerhana sebagian mulai hingga gerhana sebagian berakhir, terjadi selama 3 jam 29 menit 24 detik.</p>
<p>“Gerhana Bulan Total (GBT) sering disebut sebagai Blood Moon atau Bulan Merah Darah. Hal tersebut terjadi karena Bulan tergelapi bayangan Bumi. Namun Bulan tidak gelap total, karena ada pembiasan Matahari oleh atmosfer Bumi. Hanya cahaya merah yang diteruskan karena cahaya biru dihamburkan oleh atmosfer Bumi,” ujar Thomas Djamaluddin, pakar antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dikutip dari Kumparan, Jumat  (5/9/2025.</p>
<p>Menurut Thomas, gerhana Bulan total kali ini bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia. Gerhana akan dimulai pada malam 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga pukul 02.56 WIB keesokan harinya, 8 September 2025. Fase total gerhana terjadi pukul 00.30 &#8211; 01.54 WIB. Untuk lebih jelasnya bisa lihat tabel di bawah ini:</p>
<p>Thomas menambahkan, gerhana Bulan pada 7 September bisa disaksikan dengan mata telanjang, bisa diamati langsung tanpa perlu alat bantu seperti teropong atau teleskop dengan syarat langit cerah dan bulan tidak terhalang oleh awan.<br />
“Dampaknya sama dengan dampak Bulan purnama umumnya, yaitu pasang maksimum yang berpotensi menyebabkan banjir rob,” papar Thomas.</p>
<p>Oleh karena itu, saat gerhana terjadi, warga yang tinggal di daerah pesisir diimbau untuk waspada dan mengantisipasi terjadinya banjir akibat air laut pasang.<br />
Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.</p>
<p>Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar (di satu garis lurus). Hal ini membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eranasional.com/91527/gerhana-bulan-total-akan-terjadi-di-ri-pada-7-september-2025/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2023/10/gerhana-bulan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="760"
				height="430">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[gerhana-bulan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2023/10/gerhana-bulan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Fyan Hadi</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Heboh Muncul Gunung Baru di Grobogan, Begini Penjelasan Ilmiahnya</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/68638/heboh-muncul-gunung-baru-di-grobogan-begini-penjelasan-ilmiahnya</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/68638/heboh-muncul-gunung-baru-di-grobogan-begini-penjelasan-ilmiahnya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Angie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2024 05:21:47 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/68638/heboh-muncul-gunung-baru-di-grobogan-begini-penjelasan-ilmiahnya</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, ERANASIONAL.COM &#8211; Kemunculan gunung di Jawa Tengah menjadi sorotan. Fenomena ini disebut sebagai Bledug Kramesan atau Gunung Baru yang muncul di wilayah Dusun Medang, Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Gerobogan, Jawa Tengah. Sebagai penjelasan, Bledug Kramesan merupakan letupan lumpur, namun dengan intensitas lebih kecil. Akibat letupan yang berlangsung lama, lumpur ini membentuk sebuah gunungan. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, ERANASIONAL.COM</strong> &#8211; Kemunculan gunung di Jawa Tengah menjadi sorotan. Fenomena ini disebut sebagai Bledug Kramesan atau Gunung Baru yang muncul di wilayah Dusun Medang, Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Gerobogan, Jawa Tengah.</p>
<p>Sebagai penjelasan, Bledug Kramesan merupakan letupan lumpur, namun dengan intensitas lebih kecil. Akibat letupan yang berlangsung lama, lumpur ini membentuk sebuah gunungan.</p>
<p>Dalam catatan Badan Geologi, fenomena seperti Bledug Kramesan ini sudah ada sejak lama dan hal tersebut dijumpai pada beberapa naskah dari kerajaan- kerajaan di Jawa mengenai kehadiran mud volcano ini. Jarak Bledug Kramesan dari Bledug Kuwu adalah sekitar 3,4 km.</p>
<p>Bledug Kramesan ini memiliki ketinggian 25 meter dari permukaan tanah. Bledug-bledug ini adalah material dari mud diapir yang lolos ke permukaan melalui rekahan-rekahan maupun struktur sesar.</p>
<p>Dalam catatan Badan Geologi, faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya mud diapir diantaranya: Pertama, Amblesan: tektonik penurunan yang stabil (stable tectonic submergence). Kedua, Kecepatan Pengendapan: pengendapan yang cepat dari sedimen berumur muda yang tebal (rapid deposition of thick young sediments). Ketiga, Lapisan plastis: terdapat lapisan yang plastis di bawah permukaan (presence of plastic strata in the subsurface).</p>
<p>Keempat, Overpressure dan under-compacted: cairan mengalami overpressure dan sedimen di bawah pemadatan (fluid overpressure and under-compacted sediments). Kelima, Potensi hidrokarbon: pasokan gas yang cukup dan potensi hidrokarbon yang tinggi (enough gas supply and high hydrocarbon potential). Keenam, Produksi air diagenetik: produksi air secara diagenesa dari serangkaian lempung yang terkubur (production of diagenetic waters from buried clayey series).</p>
<p>Ketujuh, Tektonik kompresi: kedudukan tektonik kompresi dengan banyak patahan dan kegempaan yang tinggi (compressional setting-numerous faults-high seismicity). Kedelapan, Gradien panas bumi tinggi: kemungkinan dengan gradien panas bumi yang tinggi (possibly high geothermal gradient).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/68638/heboh-muncul-gunung-baru-di-grobogan-begini-penjelasan-ilmiahnya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2024/03/gunung-grobogan.png"
				type="image/png"
				medium="image"
				width="498"
				height="257">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[gunung grobogan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2024/03/gunung-grobogan-100x75.png"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Angie</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
