<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Koperasi Desa &#8211; Daerah Eranasional.com</title>
	<atom:link href="https://daerah.eranasional.com/tag/koperasi-desa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.eranasional.com</link>
	<description>Jujur, terupdate dan profesional</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2026 01:22:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-WhatsApp-Image-2022-02-09-at-12.56.02-32x32.jpeg</url>
	<title>Koperasi Desa &#8211; Daerah Eranasional.com</title>
	<link>https://daerah.eranasional.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenkeu Pastikan Pembelian 105.000 Kendaraan dari India Tidak Tambah Risiko Fiskal</title>
		<link>https://eranasional.com/98924/kemenkeu-pastikan-pembelian-105-000-kendaraan-dari-india-tidak-tambah-risiko-fiskal</link>
					<comments>https://eranasional.com/98924/kemenkeu-pastikan-pembelian-105-000-kendaraan-dari-india-tidak-tambah-risiko-fiskal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aditya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 01:22:55 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Kementerian Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eranasional.com/98924/kemenkeu-pastikan-pembelian-105-000-kendaraan-dari-india-tidak-tambah-risiko-fiskal</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia memastikan rencana impor 105.000 kendaraan niaga dari India untuk operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tidak akan menambah beban fiskal negara. Skema pembiayaan pengadaan tersebut dilakukan melalui pinjaman perbankan milik negara, bukan melalui penambahan belanja baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:4346f502-bc60-4958-be12-1149cf28da61-7" data-testid="conversation-turn-16" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="dcd5b4bb-1663-43f5-8c5d-6b4cf26d8c0b" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p><strong><a href="https://eranasional.com/">Jakarta, ERANASIONAL.COM</a> –  </strong>Pemerintah melalui <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kementerian Keuangan Republik Indonesia</span></span> memastikan rencana impor 105.000 kendaraan niaga dari India untuk operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tidak akan menambah beban fiskal negara. Skema pembiayaan pengadaan tersebut dilakukan melalui pinjaman perbankan milik negara, bukan melalui penambahan belanja baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</p>
<p data-start="1052" data-end="1371">Menteri Keuangan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Purbaya Yudhi Sadewa</span></span> menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan yang dilakukan oleh <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">PT Agrinas Pangan Nusantara</span></span> dibiayai melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Cicilan kewajiban tersebut akan dibayar sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun mendatang.</p>
<p data-start="1373" data-end="1733">Menurut Purbaya, mekanisme pembayaran dilakukan dengan cara merealokasi sebagian dana desa yang setiap tahun memang telah dianggarkan dalam belanja negara. Artinya, pemerintah tidak menambah pos belanja baru, melainkan mengubah metode penyaluran anggaran yang sudah tersedia.</p>
<p data-start="1373" data-end="1733">“Risikonya jelas, tidak ada tambahan risiko fiskal,” ujarnya dalam keterangan resmi.</p>
<p data-start="1735" data-end="2161">Ia menegaskan bahwa setiap tahun pemerintah memang mengalokasikan dana desa dalam jumlah besar sebagai bagian dari program pembangunan berbasis komunitas. Dalam skema terbaru ini, sebagian dana tersebut akan digunakan untuk membayar cicilan pinjaman kendaraan operasional koperasi. Dengan demikian, secara nominal, total belanja negara tidak bertambah, melainkan dialihkan untuk mendukung penguatan infrastruktur ekonomi desa.</p>
<p data-start="2163" data-end="2491">Rencana impor kendaraan niaga dalam jumlah besar ini memicu perhatian publik karena melibatkan kontrak pembelian bernilai triliunan rupiah dengan dua produsen otomotif asal India, yakni <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Mahindra &amp; Mahindra Ltd</span></span> dan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Tata Motors</span></span>. Total nilai kontrak disebut mencapai sekitar Rp24,66 triliun.</p>
<p data-start="2493" data-end="2914">Mahindra &amp; Mahindra menerima pesanan 35.000 unit single cabin Scorpio Pick Up yang dirancang untuk mendukung distribusi logistik di tingkat desa. Sementara Tata Motors memperoleh kontrak 70.000 unit kendaraan, terdiri dari 35.000 pikap Yodha dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7. Seluruh unit tersebut akan diimpor dan dimanfaatkan sebagai kendaraan operasional koperasi desa dan kelurahan di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p data-start="2916" data-end="3384">Pengamat kebijakan fiskal dari Universitas Indonesia menilai skema pembiayaan melalui pinjaman perbankan BUMN merupakan strategi yang relatif umum dalam pembiayaan proyek berskala besar. Menurutnya, selama cicilan dibayar dari anggaran yang sudah direncanakan dan tidak mengganggu prioritas belanja lain, risiko terhadap stabilitas APBN dapat dikendalikan. Namun ia mengingatkan pentingnya transparansi agar publik memahami detail kewajiban jangka panjang yang timbul.</p>
<p data-start="3386" data-end="3740">Di sisi lain, rencana impor massal kendaraan dari India juga menjadi perhatian lintas kementerian, termasuk <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kementerian Perindustrian Republik Indonesia</span></span> yang memiliki mandat menjaga daya saing industri otomotif nasional. Sejumlah pelaku industri dalam negeri mempertanyakan mengapa kebutuhan kendaraan operasional koperasi tidak dipenuhi melalui produsen lokal.</p>
<p data-start="3742" data-end="4119">Menanggapi dinamika tersebut, pemerintah menyatakan akan mengevaluasi berbagai aspek kebijakan, termasuk potensi dampaknya terhadap industri domestik. Menteri Sekretaris Negara <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Prasetyo Hadi</span></span> menyebut pihaknya masih memeriksa detail angka dan skema sebelum memberikan penjelasan lanjutan.</p>
<p data-start="3742" data-end="4119">“Kami cek dulu angka-angkanya dan mekanismenya,” ujarnya singkat.</p>
<p data-start="4121" data-end="4479">Dari perspektif pembangunan desa, pemerintah berargumen bahwa penyediaan kendaraan operasional akan memperkuat distribusi hasil pertanian, mempercepat akses logistik, serta meningkatkan efisiensi koperasi dalam melayani anggota. Program Kopdes Merah Putih sendiri dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal yang terintegrasi dengan sistem distribusi nasional.</p>
<p data-start="4481" data-end="4898">Ekonom pembangunan pedesaan menilai keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada tata kelola dan pemanfaatan aset secara optimal. Ia menekankan bahwa kendaraan niaga yang dibeli harus benar-benar digunakan untuk mendukung produktivitas desa, bukan sekadar menjadi aset pasif. Pengawasan dan akuntabilitas, menurutnya, menjadi faktor kunci agar investasi besar tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p data-start="4900" data-end="5344">Dari sisi fiskal, pemerintah berupaya meyakinkan bahwa kewajiban cicilan Rp40 triliun per tahun selama enam tahun telah dihitung dengan cermat. Skema tersebut disebut tidak akan mengganggu komitmen belanja prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Kementerian Keuangan menilai bahwa karena sumber pembayaran berasal dari anggaran yang sudah rutin dialokasikan, tekanan tambahan terhadap defisit anggaran dapat dihindari.</p>
<p data-start="5346" data-end="5704">Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa pembiayaan berbasis utang tetap memerlukan manajemen risiko yang ketat. Fluktuasi suku bunga, nilai tukar, dan dinamika ekonomi global dapat memengaruhi biaya pembiayaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, transparansi kontrak serta pengawasan parlemen dinilai penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan.</p>
<p data-start="5706" data-end="6001">Impor kendaraan niaga dalam jumlah besar ini juga mencerminkan hubungan dagang Indonesia–India yang terus berkembang, khususnya di sektor otomotif dan manufaktur. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara memperkuat kerja sama ekonomi bilateral, termasuk dalam perdagangan kendaraan komersial.</p>
<p data-start="6003" data-end="6298">Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mempercepat penguatan ekonomi desa tanpa menciptakan tekanan fiskal baru. Dengan mekanisme realokasi anggaran yang sudah ada, Kementerian Keuangan optimistis program pengadaan kendaraan operasional koperasi dapat berjalan sesuai rencana.</p>
<p data-start="6300" data-end="6649" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ke depan, publik akan menantikan penjelasan lebih rinci mengenai implementasi program, distribusi kendaraan ke desa-desa, serta evaluasi dampak ekonominya. Bagi pemerintah, tantangan terbesar bukan hanya pada pembiayaan, melainkan memastikan bahwa investasi besar tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute bottom-0" aria-hidden="true" data-edge="true"></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eranasional.com/98924/kemenkeu-pastikan-pembelian-105-000-kendaraan-dari-india-tidak-tambah-risiko-fiskal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260205-WA0005.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="720"
				height="405">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[menkeu-purbaya]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260205-WA0005-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Agung Nugroho</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>DPR Bantah Dukung Penutupan Gerai Ritel Modern, Said Abdullah Luruskan Isu</title>
		<link>https://politik.eranasional.com/98632/dpr-bantah-dukung-penutupan-gerai-ritel-modern-said-abdullah-luruskan-isu</link>
					<comments>https://politik.eranasional.com/98632/dpr-bantah-dukung-penutupan-gerai-ritel-modern-said-abdullah-luruskan-isu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aditya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 22:11:19 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Said Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://politik.eranasional.com/98632/dpr-bantah-dukung-penutupan-gerai-ritel-modern-said-abdullah-luruskan-isu</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, meluruskan isu yang berkembang di ruang publik terkait kabar bahwa DPR mendukung langkah penutupan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret demi memperkuat Koperasi Desa. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa DPR tidak memiliki kewenangan untuk menutup ataupun mencabut izin usaha perusahaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://eranasional.com/">Jakarta, ERANASIONAL.COM</a> –  </strong>Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, meluruskan isu yang berkembang di ruang publik terkait kabar bahwa DPR mendukung langkah penutupan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret demi memperkuat Koperasi Desa. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa DPR tidak memiliki kewenangan untuk menutup ataupun mencabut izin usaha perusahaan ritel.</p>
<p data-start="1131" data-end="1476">Menurut Said, kewenangan perizinan dan operasional usaha sepenuhnya berada di tangan pemerintah sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Dalam hal ini, kementerian teknis seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, maupun Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya.</p>
<p data-start="1478" data-end="1834">“Perlu kami tegaskan bahwa DPR RI tidak pernah mengambil keputusan untuk menutup usaha ritel modern mana pun. DPR bekerja sesuai fungsi konstitusional, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Urusan izin usaha dan operasional perusahaan merupakan kewenangan pemerintah sebagai pelaksana undang-undang,” ujar Said Abdullah di Jakarta, Senin (23/02/2026).</p>
<p data-start="1836" data-end="2212">Ia menjelaskan, wacana yang beredar kemungkinan muncul dari diskusi mengenai penguatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang tengah menjadi perhatian dalam strategi pembangunan ekonomi berbasis desa. Dalam sejumlah rapat kerja dan forum resmi, terdapat aspirasi agar koperasi desa mendapatkan ruang tumbuh yang lebih besar di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.</p>
<p data-start="2214" data-end="2533">Namun demikian, Said menekankan bahwa diskursus tersebut tidak pernah menjadi keputusan formal DPR untuk membatasi atau bahkan menutup usaha ritel modern. Ia menyebut pembahasan yang berkembang sebatas upaya mencari formulasi kebijakan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan tanpa menimbulkan gejolak di sektor usaha.</p>
<p data-start="2535" data-end="3084">Menurutnya, penguatan koperasi desa harus ditempatkan dalam kerangka besar pembangunan nasional yang inklusif. Pemerintah selama ini terus mendorong pengembangan koperasi dan UMKM sebagai fondasi utama ekonomi rakyat.</p>
<p data-start="2535" data-end="3084">Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sektor UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia. Angka tersebut menggambarkan betapa strategisnya posisi ekonomi kerakyatan dalam menjaga stabilitas dan daya tahan ekonomi nasional.</p>
<p data-start="2535" data-end="3084">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://politik.eranasional.com/98632/dpr-bantah-dukung-penutupan-gerai-ritel-modern-said-abdullah-luruskan-isu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2026/02/Said-Abdullah.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="678"
				height="452">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Said Abdullah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2026/02/Said-Abdullah-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah. Dok: Eranasional/HO EMediaDPR.]]></media:description>
													<media:copyright>Aditya</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>KDMP Sidomulyo Tembus Ekspor Internasional, Catat Kontrak USD 78 Ribu</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/91385/kdmp-sidomulyo-tembus-ekspor-internasional-catat-kontrak-usd-78-ribu</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/91385/kdmp-sidomulyo-tembus-ekspor-internasional-catat-kontrak-usd-78-ribu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Era]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 11:30:42 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[KDMP Sidumulyo]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/91385/kdmp-sidomulyo-tembus-ekspor-internasional-catat-kontrak-usd-78-ribu</guid>

					<description><![CDATA[Jember, ERANASIONAL.COM – Di tengah banyaknya sorotan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai tak berjalan, KDMP Sidomulyo di Kabupaten Jember justru berhasil mencetak prestasi membanggakan. Berlokasi di lereng Gumitir, koperasi ini sukses menembus pasar internasional dengan produk unggulan greenbean kopi. Didukung Export Center Surabaya dan Kementerian Perdagangan RI, ekspor perdana KDMP Sidomulyo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, ERANASIONAL.COM –</strong> Di tengah banyaknya sorotan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai tak berjalan, KDMP Sidomulyo di Kabupaten Jember justru berhasil mencetak prestasi membanggakan. Berlokasi di lereng Gumitir, koperasi ini sukses menembus pasar internasional dengan produk unggulan greenbean kopi.</p>
<p>Didukung Export Center Surabaya dan Kementerian Perdagangan RI, ekspor perdana <strong>KDMP Sidomulyo</strong> menjangkau Brunei Darussalam, Singapura, dan Hongkong. Proses tersebut diawali melalui business matching yang terverifikasi oleh platform Inaexport.</p>
<p>Momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) senilai total USD 78.000 serta peresmian Kantor Perwakilan Istimewa <strong>KDMP Sidomulyo</strong> di Brunei Darussalam.</p>
<p>Acara pelepasan ekspor turut diisi dengan pelatihan ekspor, gelar produk, temu bisnis, hingga kurasi produk. Buyer dari tiga negara hadir secara langsung maupun virtual dan menyatakan komitmen jangka panjang bekerja sama dengan KDMP Sidomulyo.</p>
<p>Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin, S.Kep., Ners., menyebut capaian ini sebagai tonggak sejarah bagi desanya.</p>
<p>“Ini adalah momentum bersejarah. Bukti bahwa desa bisa bertransformasi dan berkontribusi nyata terhadap ekonomi nasional,” ujarnya Minggu 31 Agustus 2025.</p>
<p>Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jember, Sartini, menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi model koperasi desa yang berdaya saing global.</p>
<p>“Produk desa bisa mendunia jika dikelola secara profesional,” katanya.</p>
<p>Senada, Julian Setiarsa (Arso) dari Export Center Surabaya menegaskan pihaknya akan terus mendorong koperasi desa lain meniru jejak <strong>KDMP Sidomulyo</strong>.</p>
<p>Dengan capaian ini, KDMP Sidomulyo bukan hanya mematahkan stigma negatif terhadap koperasi desa, tetapi juga membuktikan bahwa desa mampu menjadi motor ekspor nasional dan pelaku aktif dalam perdagangan global.</p>
<p>Reporter: <strong>Bambang S.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/91385/kdmp-sidomulyo-tembus-ekspor-internasional-catat-kontrak-usd-78-ribu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2025/08/KDMP-Sidumulyo.Dok-Eranasional.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1080"
				height="579">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[KDMP Sidumulyo.Dok Eranasional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://daerah.eranasional.com/wp-content/uploads/2025/08/KDMP-Sidumulyo.Dok-Eranasional-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Perkasa Dewo</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
