Pekalongan, ERANASIONAL.COM –  Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, resmi menyampaikan pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (31/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, sosok yang akrab disapa Mas Aaf ini menekankan pentingnya kolaborasi eksekutif dan legislatif dalam menuntaskan persoalan mendasar kota.

Mas Aaf mengungkapkan bahwa penanganan sampah menjadi salah satu fokus utama yang menunjukkan tren positif, meski tetap memerlukan akselerasi di berbagai titik.

“Progres penanganan sampah sudah berjalan meski bertahap. Kita butuh dorongan kuat dari rekan-rekan anggota DPRD untuk menuntaskannya,” ujar Mas Aaf.

Ia mencontohkan keberhasilan warga Kelurahan Kalibaros yang sukses menyulap lahan kumuh menjadi taman asri yang estetik berkat kerja sama 10 RW setempat.

“Kemarin saya meresmikan taman di Kalibaros. Berkat keterlibatan 10 RW dan masyarakat sekitar, tempat yang tadinya kumuh kini jadi taman indah. Bahkan direncanakan akan ada area bermain anak. Ini luar biasa,” ujar Mas Aaf.

Terkait penanganan banjir, Mas Aaf melaporkan bahwa proyek Giant Sea Wall kini sudah masuk dalam tahap pengusulan ke Pemerintah Pusat.

Selain itu, ia juga mengusulkan pembangunan bendung gerak di Sungai Bremi dan Meduri guna meminimalisir dampak banjir di wilayah Pekalongan Barat.

“Jika bendung gerak di Bremi-Meduri ini terealisasi, insyaallah dampak banjir di Pekalongan Barat bisa berkurang secara signifikan,” tegasnya.

Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan program-program besar ini tidak bisa bertumpu pada eksekutif semata. Ia meminta dukungan penuh dari pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Pekalongan.

“Kita butuh dorongan dari anggota Dewan untuk memberikan dukungan, baik ke tingkat Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Sinergi ini kunci agar permasalahan menahun di Kota Pekalongan bisa tuntas,” pungkasnya. (em-aha)