Melihat permintaan pasar dan pembelinya yang semakin bagus, istri seorang wartawan ini pun terdorong untuk memperluas lini usaha di bidang produksi kue-kue kering dengan memperkenalkan mengusung nama “DAPUR JEYLIN” yang diambil dari namanya sendiri.

Meskipun omzetnya paling minim masih kadang berkisar Rp 3 – 5 juta setiap bulan, ia mengaku sudah sangat senang, sebab bisa membantu perekonomian keluarga. Apalagi modal awalnya hanya dari coba-coba senilai Rp100-300 ribu saja.

Masih kata Jheylin, untuk mengembangkan usahanya, ia berkeinginan membuka toko milik sendiri, 3 – 5 toko ‘tekadnya, sehingga bisa lebih banyak membuka peluang kerja bagi pelajar-pelajar jurusan tata boga sekolah kejuruan menengah setempat. Selain itu orang-orang nantinya dapat dengan mudah membeli langsung di toko kue miliknya, karena Ia juga melihat potensi dikota Depok daerah yang paling dekat dengan Ibu Kota DKI Jakarta, dengan begitu setiap pengunjung yang datang tidak akan kesulitan lagi untuk menemukan tempat makanan dan toko kue yang punya ciri khas kota Manado, Sulawesi Utara. ‘Harapnya.

“Untuk kalian yang masih penasaran dengan masakan khas manado dan kue-kuenya Ibu muda satu ini, bisa langsung kunjungi di Instagram miliknya @jeylinyunita dan bisa order atau hanya sekedar bertanya-tanya juga boleh di Nomor telephone / whasapp +62821 2525 0288.

Jurnalis: *Sofyan Hadi*