Makanan khas Betawi, kerak telor. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, Eranasional.com – Seorang pedagang kerak telor, Adi (52), mengeluhkan biaya yang harus dikeluarkan jika ingin berjualan di Jakarta Fair 2023 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia harus membayar Rp17 juta agar bisa berjualan selama perhelatan perayaan DKI Jakarta itu.

Kata Adi, uang itu dia bayarkan kepada Paguyuban Kerak Telor. Pihak paguyuban kemudian meneruskan pembayaran itu kepada manajemen JIExpo Kemayoran.

“Enggak ada yang namanya gratis berjualan di sini. Saya jualan kerak toler di sini bayar Rp17 juta,” ugkap Adi yang ditemui saat berjualan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/6) kemarin.

Adi menyebutkan, tarif sewa lapak di Jakarta Fair 2023 lebih mahal jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu tarif sewa lapak di Jakarta Fair sebesar Rp16 juta.

“Ya mau bagaimana lagi ya. Tapi kami enggak pikirin, Alhamdulillah masih ada lebihnya (untung) jualan di sini,” ucapnya.

Karena harus membayar uang sewa yang cukup tinggi, kata Adi, dirinya dan pedagang kerak telor lainnya,  harus memasang target penjualan agar balik modal.

Jika biasanya dia jual seporsi kerak telor seharga Rp25.000 untuk telur bebek dan Rp20.000 untuk telur ayam, khusus di momen Jakarta Fair dia naikan masing-masing Rp5.000 per porsi

“Dalam sehari saya menargetkan minimal dapat Rp500.000 selama berdagang di Jakarta Fair 2023. Dengan begitu saya bisa balik modal,” tuturnya.

Makanan khas Betawi, kerak telor. (Foto: Shutterstock)

Bantahan Penyelenggara Jakarta Fair 2023

Dikonfirmasi soal tarif sewa lapak, penyelenggara Jakarta Fair 2023, PT Jakarta International Expo, membantah tarif sewa lapak sebesar Rp17 juta. Direktur Marketing JIExpo Ralph Scheunemann mengatakan biaya sewa lapak pedagang kerak telor hanya Rp5,5 juta.

Dia menjelaskan, beberapa tahun terakhir pihaknya telah menyerahkan kepada pihak ketika untuk mengelola pedagang kerak telor yang ingin berdagang di arena Jakarta Fair. “Dalam hal ini, yang mengelola adalah LSM yang ada di DKI Jakarta,” ungkap Ralph.

“Kami hanya mengenakan charge (biaya) sekitar Rp5,5 juta untuk satu titik pedagang kerak telor,” sambungnya.

Bayaran yang diberikan pedagang kerak telor itu, lanjut Ralph menjelaskan, digunakan untuk administrasi, uang kebersihan, dan keperluan listik selama berlangsungnya hajatan Jakarta Fair 2023.

“Kalau dihitung-hitung, kami tidak mengambil untung dari pembayaran pedagang kerak telor. Kalau memang pihak ketiga mengambil keuntungan sebesar itu, tanyakan langsung saja kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Sebagai informasi, event Jakarta Fair 2023 atau lebih dikenal dengan istilah Pekan Raya Jakarta (PRJ), digelar selama satu bulan, terhitung mulai 14 Juni hingga 16 Juli 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selain menjajakan berbagai produk, sejumlah hiburan ditampilkan dalam Jakarta Fair 2023, seperti konser musisi papan atas Indonesia, di antaranya Slank, PADI Reborn, Tipe-X, Tonny Q, The Sigit, dan masih banyak lagi.