DEPOK, Eranasional.com – Menu pencegahan stunting yang diberikan Pemkot Depok dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kota Depok, Jawa Barat, viral di media sosial. Menunya hanya alakadarnya, padahak anggaran yang tersedia Rp4,4 miliar.

Diunggah akun Instagram @depok24jam, menu PMT yang diberikan hanya nasi dan sop berisi sawi,  serta tahu putih.

Pada salah satu foto yang diunggah, terungkap menu nasi putih dan sop yang dikemas di dalam sebuah wadah plastik bening dengan tutup warna-warni.

Pada tutup wadah itu ada gambar Wali Kota Depok M Idris dan Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono, serta tulisan yang berbunyi ‘Bocah Depok Kudu Sehat, Prestasi Hebat, Stunting Minggat’.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Ikravany Hilman menilai menu makanan pencegah stunting yang diberikan kepada ibu hamil dan balita itu sangat tidak layak. Menurutnya, menu tersebut belum mencukupi nutrisi yang diperlukan.

“Sangat tidak layak. Karena persoalannya bukan makanan, tapi nutrisi. Terpenuhi enggak nutrisinya untuk ibu hamil dan balita. Menurut saya sampai hari ini belum terpenuhi,” tegas Ikra saat dihubungi, Kamis (16/11/2023).

Dia pun sangat menyayangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok tidak mampu menganalisa menu makanan yang dibutuhkan warganya untuk mencegah stunting. Katanya, menu nasi tidak tepat, karena warga Depok tidak kekurangan beras.

Seharusnya, lanjut Ikra, Dinkes kota Depok menyediakan menu yang mengandung protein seperti telur, susu, dan buah.

“Itu makanan tambahan yang mau diberikannya ya. Kalau hanya tahu, setiap rumah tangga di Depok masih sering makan tahu,” ujar Ikra.

“Yang diperlukan ibu hamil susu tambahan. Kan ada susu formula untuk ibu hamil. Kenapa enggak itu yang diberikan,” sambungnya.

Dia pun membeberkan, anggaran yang disediakan untuk program PMT mencapai Rp4,4 miliar, atau per paketnya seharga Rp18.000 dikurangi pajak dan ongkos pengantaran.

Ikra menyebutkan, informasi yang didapat dari Badan Anggaran (Banggar), dana yang disediakan untuk program PMT kota Depok sekitar Rp4,4 miliar. Bahkan ada bantuan dari pemerintah kota sebesar Rp6,6 miliar. Ikra memastikan dirinya akan mengecek penggunaan anggaran tersebut.

“Akan saya cek, apakah memakai uang dari APBD atau dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Namun, ungkap Ikra, berdasarkan informasi yang didapatkan DPRD Kota Depok dari salah satu vendor, anggaran untuk satu paket makanan hanya senilai Rp9.000.

“Apa yang kita harapkan dari Rp9.000,” pungkasnya. (*)