ERANASIONAL.COM – Persoalan jalan tambang batubara yang dikuasai oleh PT. KBPC berbuntut panjang. Pasalnya Djendri Djusman juga mengklaim jalan itu miliknya, dengan membawa dokumen-dokumen kepemilikannya kehadapan dewan, Senin (22/3/2021).

Sebelumnya DPRD Kabupaten Bungo melalui komisi III telah memanggil PT. SKU sebagai perusahaan yang menyetor fee jalan tersebut kepada PT. KBPC, kini DPRD memaggil dua Perusahaan yang mengaku sebagai pemilik jalan tambang tersebut.

Dalam pemanggilan tersebut, yang hadir hanya Djendri Djusman (PT. Suryamas Abadi), sementara PT. KBPC mangkir dalam pemanggilan dewan tersebut.

Pemanggilan perusahaan ini berawal dari keluhan warga dusun Baru Pusat Jalo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo yang mengeluh dengan kondisi jalan desa yang sering dilalui oleh kendaraan tronton milik perusahaan.

Sebelumnya warga dusun Baru Pusat Jalo tidak begitu mempersoalkan, sebab pada awalnya mereka dijanjikan akan diberikan fee untuk desa oleh PT SKU. Namun setelah ditunggu-tunggu, hingga saat ini hanya isapan jempol belaka.

Menurut warga, jalan yang dilalui oleh beberapa perusahaan tersebut merupakan jalan umum yang sebagiannya dibagun menggunakan uang negara, dan termasuk jembatan penghubung antara dusun Baru Pusat Jalo dengan Dusun Bedaro dan Pekan Jumat juga menggunakan uang negara.

Sebenarnya ada beberapa dusun (desa) yang dilalui oleh perusahaan, diantaranya Tanjung Agung, Dusun Tebat, Baru Pusat Jalo, Bedaro, Pekan Jumat, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII.

Disana ada beberapa perusahaan yang beraktifitas, diantaranya PT. KBPC yang bergerak dibidang batubara dan PT. SKU bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.

Informasi yang dia peroleh, PT. SKU berani melintas dikawasan tersebut karena sudah membayar royalti kepada PT. KBPC, tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai Rp1,4 miliar per tahun.

Setelah ditelisik, ternyata kedua perusahaan ini sebenarnya tidak berhak menguasai jalan ini, apalagi sampai memberi dan menerima fee. Hal itu disebabkan sebagian jalan tersebut diklaim milik Djendri Djusman (PT. Suryamas Abadi) yang sebelumnya melakukan penambangan Batubara dikawasan tersebut.

Dihadapan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bungo Jumiwan Aguza, dan beberapa anggota dewan lainnya serta disaksikan oleh Asisten I dan II Setda Kabupaten Bungo, BPN, Pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya pihak Djendri Djusman membawa semua dokumen dan surat menyurat terhadap kepemilikan jalan batubara lebih kurang 31 KM tersebut.

Djendri Djusman melalui kuasa hukumnya Bachtiar Marasabessy, SH., MH menyebut jika jalan yang dipersoalkan tersebut memang merupakan jalan sah milik kliennya. Dan mereka memiliki bukti-bukti yang kuat.

Rino Djendri, S.H Berharap Masalah Ini Cepat Selesai

Ditempat terpisah, setelah menghadiri pertemuan dengan DPRD terkait masalah jalan tambang, Rino Djendri berharap agar kasus ini cepat selesai supaya tidak berlarut larut.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat kebingungan dengan adanya claim sepihak terhadap lahan yang sekarang dijadikan akses jalan tambang tanpa menunjukan legalitas yang jelas.

“Saya berharap dengan pertemuan ini masalahnya cepat selesai, kasihan masyarakat desa kebingungan karena adanya claim sepihak dari Perusahaan yang mengaku sebagai pemilik lahan yang dijadikan akses jalan tambang padahal legalitasnya belum pernah ditunjukkan secara terbuka.”Ucapnya Melalui Sambungan Telepon Kepada Team Eranasional.com.

Menurut rino, jelas orang orang desa disana tahu mulai dari pembebasan lahan sampai pembukaan jalan untuk akses yang sebelumnya itu hutan dilakukan oleh pihak keluarga rino.

“kalau warga desa tahu kalau awal pembebasan lahan sampai pembukaan jalan itu yang melakukan Ayah saya pada tahun 2003-2004 silam dan sampai saat ini belum dijual kepihak manapun.” tambahnya

Ia mengajak kepada seluruh yang punya kepentingan untuk akses jalan tersebut diselesaikan secara fair dan terbuka. Selain itu, meminta kepada pihak pemerintah daerah untuk aktif dan serius dalam menangani masalah ini karena menyangkut masyarakat banyak

“Yuk disini kita selesaikan secara fair untuk masalah ini, toh kita terbuka kok”. Katanya (Red)