Setelah diamuk massa, korban langsung dibawa ke sebuah rumah kontrakan milik AS dengan kondisi babak belur dan tangan terikat tali rapia. Tak lama berselang, korban mengembuskan napas terakhirnya.

“Membangunkan korban tetapi tidak terbangun,” kata dia.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tebet, AKP M Suwarno, mengatakan korban baru bekerja sebagai pegawai telur gulung selama 6 bulan bersama AS. Jenazah korban sudah dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

“Bosnya ini jualan telur gulung, korban kerja sudah 6 bulan,” kata dia.

Suwarno memastikan polisi sudah mulai melakukan penyelidikan atas kasus dugaan penganiayaan tersebut. Belum ada tersangka yang ditetapkan oleh polisi terkait kasus ini.

Sejumlah pihak yang telah dimintai keterangan masih berstatus sebagai saksi.

“Terkait pemukulannya ini (diselidiki), kalau kemalingannya kan kita belum pasti dia seperti apa, kita belum ada laporannya itu, yang pasti kan korban meninggal kita telusuri dulu,” pungkas dia.