Seperti diketahui, Partai Gerakan Rakyat secara terbuka menyatakan dukungan politik kepada Anies Baswedan untuk Pilpres 2029. Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid.

Sahrin menegaskan bahwa jika partainya berhasil lolos verifikasi dan menjadi peserta Pemilu 2029, maka Anies akan menjadi figur utama yang diusung sebagai calon presiden.

“Kalau Gerakan Rakyat memiliki tiket sebagai peserta pemilu, ya berarti otomatis mencalonkan Mas Anies sebagai presiden,” ujar Sahrin saat ditemui di kantor DPP Gerakan Rakyat, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Januari 2026.

Meski demikian, NasDem menanggapi sikap tersebut secara normatif dan tidak menunjukkan reaksi politik yang berlebihan. Saan menilai setiap partai memiliki kebebasan untuk menentukan arah dan strategi politiknya masing-masing.

Deklarasi transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik dilakukan pada hari terakhir Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ormas tersebut yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Langkah ini menandai babak baru perjalanan Gerakan Rakyat dari gerakan sosial menjadi kekuatan politik formal.

Dua hari setelah deklarasi, Gerakan Rakyat langsung bergerak cepat dengan membentuk struktur kepengurusan partai, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Targetnya, seluruh struktur dapat segera diselesaikan agar memenuhi syarat administrasi untuk mendapatkan status badan hukum dari kementerian terkait.

Menurut Sahrin Hamid, keberadaan struktur organisasi yang solid menjadi fondasi penting bagi sebuah partai politik baru, terutama untuk memperkenalkan partai kepada masyarakat luas.

“Struktur kepengurusan ini penting, bukan hanya untuk syarat administrasi, tapi juga agar nama partai dikenal sampai ke daerah,” ujarnya.