
Dia mengatakan, program merdeka belajar itu sebenarnya adalah pendekatan, memilih mata pelajaran, mengembangkan bakat dan sumbangsih pada bangsa dan negara. Itu semua merupakan visi misi merdeka belajar secara umum.
“Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dilakukan supaya para siswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa,” jelas Sutarno.
“Tujuannya apa program merdeka belajar itu? Adalah untuk membentuk profil pelajar Pancasila. Tahun 2021 sendiri sebenarnya program ini sudah dimulai,” sambungnya.
Saat ini Disdik Kota Depok sendiri tengah mendorong guru-guru untuk menjadi guru penggerak. Mereka akan menjalani diklat selama 9 bulan untuk nanti terjun sebagai guru penggerak.
Guru penggerak bukan hanya sekedar rutinitas memberikan ilmu pengetahuan saja kepada peserta didik. Tapi seorang guru memiliki keleluasaan dalam menjadikan konsep pembelajaran kepada peserta didik agar lebih mandiri dengan kurikulum yang memiliki beragam konten sehingga lebih mengoptimalkan waktu untuk mendalami dan menguatkan kompetensi
“Demi suksesnya program merdeka belajar selain kita adakan diklat untuk guru, kita juga fasilitasi satuan pendidikan yang mendukung, dari mulai sarana prasarananya, lingkungannya hingga suasananya,” ujar Sutarno.
Kata Sutarno, untuk menyukseskan Merdeka Belajar ada 3 dosa yang kini harus bersih dari satuan pendidikan yakni pelecehan, perudungan atau bullying dan intoleransi.
“Tiga dosa ini tak boleh ada atau terjadi di satuan pendidikan. Harus clean,” pungkas Sutarno.

Tinggalkan Balasan