Warga Una Una yang tewas diterkam buaya. (Foto: Dok. Warga)

“Adik korban, Ferawati pun berlari ke belakang rumah dan melihat korban sudah ada di laut yang berjarak sekira 50 meter dari rumahnya,” ungkapnya.

Tak lama berselang, Ferawati melihat kakaknya terapung sudah tidak bernyawa, lalu dievakuasi ke rumahnya.

“Korban mengalami luka gigitan di pundak kiri, lengan kiri dan mengalami patah tulang,” tutur Maryanto.

Maryanto pun mengimbau, masyarakat tetap waspada terhadap maraknya serangan buaya.

“Terkait maraknya korban jiwa akibat diterkam buaya, perlu kiranya ada koordinasi antara stakeholder Pemda dan BKSDA untuk melakukan edukasi kepada warga,”harapnya.

Dia mengimbau dibuatkan zona aman diseputaran pemukiman warga khususnya wilayah yang di anggap rawan buaya.

“Serta pasang papan peringatan dan spanduk dengan tujuan untuk mencegah dan mengurangi korban selanjutnya,” tutupnya.