“Polda Sulteng selalu berkomitmen untuk menjalin hubungan yang baik dengan insan pers dan siap menerima kritik dan saran untuk perbaikan kinerja Polda Sulteng,” pungkasnya.
Diketahui kasus ini bermula ketika Syamsuddin Tobone, Kepala Biro SCTV Palu bermaksud melakukan wawancara pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2024.
Dia pun meminta kesediaan Dirlantas Polda Sulteng untuk diwawancara.
Melihat jurnalis SCTV itu hanya membawa smartphone, Dodi malah mengatakan tidak mau diwawancara kalau pakai HP, apalagi HP China.
Walaupun wawancara berlanjut tetapi perkataan Dodi Darijanto oleh Syamsuddin Tobone dan rekan-rekannya dianggap meremehkan kerja jurnalis.
Sehingga jurnalis di Palu meminta Dodi meminta maaf secara terbuka atas ucapannya itu. []

Tinggalkan Balasan