Tersangka kemudian membuat laporan di Mapolsek Warudoyong dan mengaku telah dibegal oleh dua pria yang menggunakan sepeda motor Honda Beat putih. Selain itu, dalam ceritanya E mengaku melakukan perlawanan tetapi dibacok oleh begal.

Bahkan uang perusahaan tempat dirinya bekerja senilai Rp 504 juta dibawa kabur oleh kawanan begal tersebut. Namun setelah dilakukan pengusutan, terbukti pengakuan tersangka seluruhnya palsu.

“Barang bukti yang disita dari tersangka E antara lain pisau, sepeda motor Yamaha Nmax dan uang tunai senilai Rp 89,9 juta dan surat tanda penerimaan laporan (STPL) Polsek Warudoyong,” tambahnya.

Selain E, polisi juga menangkap rekan tersangka berinisial BP (41 tahun) warga Kampung Cijangkar, Kelurahan Naggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Dia berperan menyembunyikan uang perusahaan yang digelapkan E.

Akibat ulahnya, E dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan dan Pasal 220 KUHP tentang Laporan Palsu dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun.