Jember, ERANASIONAL.COM – Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai kalangan pergerakan di depan Mapolres Jember, pada hari Sabtu (30/08). Aksi protes ini dipicu oleh ketidakmauan Kapolres Jember untuk menerima tuntutan mahasiswa, khususnya poin keempat yang meminta agar Kapolri mundur dari jabatannya.
Aksi dimulai dengan orasi yang berlangsung sengit, di mana para mahasiswa menuntut agar Kapolri segera mundur dari jabatannya. Para pendemo juga membakar ban bekas sebagai simbol protes mereka. Tuntutan tersebut tercantum dalam lima poin, namun saat Kapolres Jember diminta untuk membaca seluruh poin tuntutan, ia hanya bersedia membacakan empat poin dan menolak untuk membaca poin keempat yang berisi tuntutan agar Kapolri mundur.
Menurut Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Candraputra permintaan agar Kapolri mundur tidak dapat dipenuhi karena Kapolri adalah atasannya dan sebagai anak buah, tidak mungkin baginya untuk memintanya mundur.
” Kapolri adalah atasan saya yang perintahnya harus dipatuhi,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut memicu ketegangan yang kemudian berujung pada kericuhan.

Para pendemo yang kecewa atas penolakan tersebut mulai melemparkan berbagai benda ke arah petugas yang sedang menjaga aksi demo, seperti bambu, dan botol air mineral. Tidak hanya itu, mereka juga membakar ban bekas dan benda-benda lain yang ada di sekitar lokasi sebagai bentuk protes atas keteguhan pihak kepolisian.
Kericuhan semakin memuncak ketika para pendemo mengklaim bahwa polisi telah terlibat dalam sebuah insiden tragis, di mana seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas setelah terlindas oleh mobil Barakuda milik polisi. Para pendemo pun menuduh polisi sebagai pembunuh, yang semakin memperburuk suasana.
Ketika menjelang adzan Maghrib, para pendemo mulai merangsek keluar dari Mapolres Jember, namun mereka masih melontarkan lemparan benda-benda keras ke arah petugas yang tetap berjaga. Mereka terus menuntut keadilan terkait insiden tersebut dan menyerukan agar polisi bertanggung jawab.
Aksi demonstrasi ini menciptakan ketegangan di kawasan sekitar Mapolres Jember, memaksa petugas untuk memperketat pengamanan.
Sebagai catatan, aksi protes ini merupakan bagian dari gelombang besar demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah yang menuntut keadilan dan reformasi di tubuh kepolisian. Masyarakat pun menantikan langkah selanjutnya dari pihak berwenang dalam merespons tuntutan para mahasiswa yang semakin meningkat.
Reporter: Bambang S

Tinggalkan Balasan