Medan, ERANASIONAL.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) mengerahkan 179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membantu warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara.
Hingga Rabu 3 Desember 2025, BGN telah menyalurkan sekitar 290.000 paket makanan sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat mengalihkan penerima manfaat program untuk memastikan bantuan tepat sasaran di wilayah terdampak bencana.
“BGN memastikan masyarakat yang terdampak tetap memperoleh akses makanan bergizi. Kami memantau kondisi di Sumatera Utara dan berkoordinasi dengan seluruh pihak agar distribusi dapat berjalan meski berbagai keterbatasan terjadi di lapangan,” ujar Khairul saat dikonfirmasi Eranasional di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi korban bencana menjadi prioritas utama BGN.
Selain itu, lembaga tengah memperkuat sistem tanggap darurat pangan gizi di seluruh wilayah.
“Ke depan, BGN akan meningkatkan mekanisme respons cepat agar bantuan makanan bergizi dapat segera disalurkan begitu bencana terjadi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menjaga kelancaran pelayanan,” tambahnya.
Bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara juga menyebabkan gangguan operasional sekolah, sehingga ratusan SPPG mengalihkan sasaran distribusi dari siswa ke masyarakat terdampak.
Kepala Regional BGN Sumatera Utara, Agung Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan seluruh tim daerah, termasuk Korwil dan SPPI, untuk mempercepat proses distribusi.
“Sebanyak 179 SPPG telah dioperasikan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan asupan makanan bergizi. Sekitar 290 ribu paket telah disalurkan di sepuluh kabupaten dan kota,” ujar Agung.
Berikut rincian distribusi paket makanan di wilayah terdampak:
– Kota Medan: 48 SPPG, ± 55.000 paket
– Kota Padangsidimpuan: 4 SPPG, ± 10.000 paket
– Kota Tebing Tinggi: 13 SPPG, ± 45.000 paket
– Tapanuli Utara: 5 SPPG, ± 9.000 paket
– Kabupaten Serdang Bedagai: 28 SPPG, ± 12.000 paket
– Kabupaten Langkat: 11 SPPG, ± 32.000 paket
– Kota Sibolga: 3 SPPG, ± 7.000 paket
– Tapanuli Selatan: 3 SPPG, ± 7.000 paket
– Mandailing Natal: 10 SPPG, ± 13.000 paket
– Kabupaten Deli Serdang: 54 SPPG, ± 100.000 paket
Selain itu, Di lapangan, tim BGN menghadapi berbagai kendala, di antaranya keterbatasan bahan baku dan listrik di wilayah banjir, gangguan jaringan internet, serta terhentinya operasional beberapa SPPG di Kepulauan Nias akibat penutupan Pelabuhan Sibolga.
BGN juga tengah menyiapkan mekanisme khusus untuk memastikan operasional SPPG tetap berjalan pada akhir pekan.

Tinggalkan Balasan