Keterlambatan kedatangan tersebut turut berdampak pada jadwal keberangkatan kereta api selanjutnya. Hal ini disebabkan rangkaian kereta harus menunggu kedatangan perjalanan sebelumnya guna memastikan kesiapan sarana, pemeriksaan teknis, serta aspek keselamatan sebelum diberangkatkan kembali.
Dari sembilan perjalanan yang terdampak, lima kereta api tetap dapat diberangkatkan sesuai jadwal, sementara empat perjalanan lainnya mengalami keterlambatan keberangkatan, yaitu:
KA Parahyangan
KA Sembrani
KA Tawang Jaya
KA Argo Bromo Anggrek
Dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini.
Informasi tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan kewaspadaan, kesiapan prasarana, serta pengaturan operasional perjalanan kereta api, sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan dan keselamatan perjalanan tetap terjaga.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi jalur, serta melakukan langkah-langkah antisipatif agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal,” kata Franoto.

Tinggalkan Balasan