Ia menambahkan bahwa transparansi informasi menjadi kunci penting dalam pelaksanaan program berskala nasional seperti MBG, terutama karena menyangkut kebutuhan dasar anak-anak.

Sebelumnya, video menu MBG di Bekasi tersebut ramai diperbincangkan warganet karena dianggap jauh dari standar makanan bergizi dan bahkan disebut sebagai jatah konsumsi untuk dua hari. Dalam video yang beredar, tampak menu sederhana berupa satu buah pisang, setengah potong ubi ungu, dan kental manis dalam plastik.

Unggahan tersebut memicu beragam komentar, mulai dari kritik terhadap pelaksanaan program MBG hingga kekhawatiran akan kualitas gizi yang diterima peserta didik.

Namun, dengan klarifikasi dari pihak SPPG dan BGN, diketahui bahwa menu tersebut bukan menu utama harian dan tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya asupan gizi bagi siswa pada hari itu.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, menekan angka stunting, serta mendukung konsentrasi belajar siswa. Karena itu, setiap pelaksanaan di lapangan menjadi perhatian publik yang sangat besar.

Pihak BGN menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan perbaikan agar distribusi MBG berjalan sesuai tujuan awal. Evaluasi rutin, komunikasi yang terbuka dengan sekolah dan orang tua, serta pengawasan mutu makanan menjadi langkah penting agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Dengan adanya klarifikasi ini, BGN berharap masyarakat tidak lagi terjebak pada potongan informasi yang tidak utuh, serta dapat melihat pelaksanaan MBG secara lebih objektif dan proporsional.