
Dia menjelaskan, kegiatan Morning Smads Spirit dilakukan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar. Dia menyebut kegiatan ini sangat efektif dan memberikan manfaat bagi para siswa bahkan guru-guru.
“Morning Smadas Spirit merupakan kegiatan menyapa pagi, guru-guru menyapa siswa-siswanya. Ini merupakan inovasi baru di lingkungan SMAN 12 Depok yang bertujuan memberi contoh kepada para siswa perihal kedisplinan, komunikasi dan penyampaian informasi tentang kegiatan sekolah,” terang Tuti.
Tuti Herawati menyebut, saat ini ada 860 siswa terdaftar di SMAN 12 Depok, 20 persen di antaranya adalah dari keluarga yang kurang mampu.
“Ada 39 guru, 20 ruang kelas, kelas 12 ada 5 rombel (kelompok peserta didik), kelas 7 ada 7 rombel, dan kelas 10 ada 8 rombel,” paparnya.

Sarana dan Prasana
Tuti Herawati lalu menyinggung soal sarana dan prasarana yang dimiliki SMAN 12 Depok, diakuinya masih ada beberapa bagian perlu ada perbaikan, salah satunya keberadaan pintu masuk sekolah.
“Pintu depan masuk ke sekolah masih terlihat memprihatinkan, sehingga kami merasa perlu ada upaya untuk mempercantiknya,” ucap Tuti Herawati.
Dia pun mewakili pelajar milenial SMAN 12 Depok menyampaikan apresiasinya terhadap Unit Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Diungkapkannya, pihaknya memiliki harapan yang tinggi terhadap Unit Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Kepemimpinan yang menjadi teladan kami adalah yang mampu merealisasikan program sesuai kebutuhan dan mewujudkan visi misi yang jelas dan terukur,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan