MAKASSAR, Eranasional.com – Lorong Wisata (Longwis) di Kelurahan Tello, Kecamatan Panakukkang diapresiasi peserta IGA 2023.
Salah satu tempat wisata baru di Makassar itu bernama Longwis Sidney.
Longwis Sidney memadukan wisata dengan menggerak ekonomi lorong dengan membudidaya mulai dari, sayuran, cabai, budidaya ikan nila, hingga budidaya lobster air tawar.
Selain budidaya berbagai jenis sayuran juga dijajakan berupa kue tradisional Makassar dan minuman hangat Sarabba yang dihidangkan di kafe terapung, yang berada tepat di tepian sungai Tallo.
Hal ini pun mengundang kekaguman dan rasa takjub dari para peserta.
Salah satu peserta, Zulfiana Setyaningsih dari PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko mengungkapkan bahwa lorong wisata merupakan suatu konsep unik yang jarang ditemui di tempat lain.
Karena mampu berkontribusi pada sektor industri wisata.
“Unik banget, kita tidak bisa dapatkan di tempat lain karena pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan masyarakat bagus banget untuk bisa berkontribusi di industri tourism,” katanya.
“Semua terlibat dan semua mendapat dampak dan kontribusi positif untuk masyarakat. Bagus banget,” sambungnya lagi.
Hal senada diungkapkan rekannya, Frieska J Puteri. Kata Frieska, lorong wisata yang hadir di berbagai titik, dengan ciri khas masing-masing membuat Kota Makassar tak cukup dikunjungi hanya dalam waktu satu dua hari saja.
“Whihh, bagus banget. Jadi kalau orang ke Makassar kayanya tidak cukup kalau hanya satu dua hari untuk mengunjungi ribuan lorong dengan tema-tema yang berbeda. Itu keren banget,” tuturnya.
Peserta lainnya Perliansyah dari PT Kilang Pertamina Internasional berujar bahwa dirinya sangat tertarik dan antusias dengan kunjungan kali ini.
Konsep lorong wisata bagi dirinya merupakan hal yang cukup baru dan mampu membuka wawasan bagaimana membuat lorong bisa menarik dan juga bermanfaat bagi orang banyak.
“Di sini kita menemukan banyak sekali inovasi-inovasi yang dilakukan oleh masyarakat untuk memanfaatkan lahan sekitar pemukiman mereka untuk bisa produktif,” jelasnya.
Sementara itu, Kelompok Wanita Tani setempat juga mendapat dampak positif dari setiap tamu yang berkunjung sebab mampu mendongkrak penghasilan UMKM yang berada di Lorong Wisata Sidney.***

Tinggalkan Balasan