Yogyakarta, ERANASIONAL.COM – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) makin meningkat menemukan ratusan kasus penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Syam Arjayanti mengatakan ada 672 ekor sapi yang terjangkit PM di Kabupaten Gunungkidul.
“(Di Gunungkidul) dipotong paksa 27, yang mati 30,” kata Syam dikonfirmasi, Selasa (7/1/2024).
Kemudian di Kabupaten Sleman ada 133 kasus PMK. Dari kasus itu ada delapan ternak yang mati dan empat ternak sembuh.
“Kemudian yang Bantul itu ada 161 kasus, yang mati 25, potong paksa dua,” bebernya.
Sementara itu di Kulon Progo, ternak yang sakit ada 11 ekor dengan satu di antaranya mati.
“Kambing (terinfeksi PMK di DIY) hanya satu ekor di Kulon Progo,” bebernya.
Di Gunungkidul ada 375 sapi yang sudah divaksin. Lalu di Bantul 274 sapi di vaksin, di Sleman ada 328 ekor divaksin, serta di Kulon Progo sebanyak 161 ekor.
Sementara itu di Kulon Progo, ternak yang sakit ada 11 ekor dengan satu di antaranya mati.
“Kambing (terinfeksi PMK di DIY) hanya satu ekor di Kulon Progo,” bebernya.
Di Gunungkidul ada 375 sapi yang sudah divaksin. Lalu di Bantul 274 sapi di vaksin, di Sleman ada 328 ekor divaksin, serta di Kulon Progo sebanyak 161 ekor.
“Tapi (di Kulon Progo yang divaksin) itu ada sapi, ada domba dan kambing. Jadi sapinya 125,” katanya.
“Kemudian yang di UPT (Unit Pelaksana Teknis) ini, sapi yang di UPT pertanian, itu ada 108 sapi (divaksin),” jelasnya.

Tinggalkan Balasan