Depok, ERANASIONAL.COM – Aksi pengeoyokan dilakukan Sejumlah orang yang diduga anggota TNI kepada tiga warga di kawasan parkir Hypermart Tole Iskandar, Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Sabtu (31/5/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.

Mereka yakni Sandi Lesmana, Januar Dwi Putra, dan Margo Ade Mulyanto tersebut dikeroyok tentara usai menegur anggota TNI agar tidak parkir sembarangan. Namun, terduga pelaku tidak terima dan terlibat adu mulut dengan korban.

Peristiwa penganiayaan ini dikonfirmasi oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508 Depok Kolonel Inf. Iman Widhiarto. Kolonel Iman menyebut pihaknya sedang menyelidiki kasus penganiayaan ini bersama pihak kepolisian.

“Iya benar, ini sedang kita telusuri bersama rekan-rekan dari Polri,” kata Iman Widhiarto, Minggu (1/6/2025).

Kuasa hukum para korban, Army Mulyanto menjelaskan bahwa kliennya sopan saat menegur pengendara yang parkir sembarangan di Hypermart Tole Iskandar. Army menyebut pengendara itu ditegur karena memarkir sepeda motor di area khusus mobil.

Akan tetapi, pengendara yang disebut anggota TNI itu tidak terima dan mengancam akan kembali dengan “satu kompi” kawan. Tak lama kemudian, terduga pelaku bersama sekitar 10 orang datang dan mengeroyok para korban. Sejumlah pengeroyok dilaporkan mengenakan atribut militer.

“Korban dipukuli secara membabi buta. Ada yang berseragam loreng. Mereka datang, melakukan kekerasan di depan umum, lalu kabur ke arah kompleks Kostrad,” kata Army dikutip dari Kompas.com.

Akibat penganiayaan ini, Sandi Lesmana mengalami luka sobek di bagian bibir. Sedangkan Januar terluka di bagian hidung, lebam di mata kiri, serta lecet di rusuk kanan dan kiri.

Sementara itu, Margo Ade Mulyanto mengalami lebam di mata kanan dan sempat tidak bisa melihat. Margo juga mengalami luka lecet di bagian lutut.

Ia menegaskan peristiwa pengeroyokan ini adalah kekerasan serius yang tidak bisa ditoleransi. Kuasa hukum pun telah melapor ke Polres Metro Depok pada Sabtu (31/5/2025).

“Kami minta penegak hukum tidak tinggal diam. Ini tindakan brutal oleh aparat yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan pelaku kekerasan. Ini premanisme berseragam,” katanya.

Pihak kepolisian sendiri dilaporkan telah menggelar olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para korban yang telah menjalani visum.