Depok, ERANASIONAL.COM — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok menegaskan komitmennya untuk memastikan pangan asal hewan (PAH) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memenuhi prinsip ASUH – Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Depok, Dede Zuraida, dalam acara bertajuk “SPPG Juara Bersinergi Amankan PAH untuk Gizi Anak Indonesia” yang digelar secara daring pada Kamis (30/1/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan perwakilan sekolah penerima program MBG di Kota Depok.
Dede menjelaskan, pemberian MBG bukan hanya soal pemenuhan protein berkualitas bagi anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM binaan yang telah memenuhi standar mutu pangan.
“Ada tiga peran penting dalam pelaksanaan MBG, yaitu koordinator, PIC, dan penjamah makanan,” ujar Dede.
Menurutnya, koordinator bertugas memastikan bahan PAH memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan surat keterangan sehat. PIC serta penjamah makanan berperan menjaga proses penyimpanan dan pengolahan agar tetap higienis sesuai daftar periksa harian.
Dede juga mengingatkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah aktif memastikan bahan baku yang digunakan berkualitas serta didistribusikan sesuai standar suhu dan waktu penyajian.
Sementara itu, Denny Widaya Lukman, narasumber dari IPB University, mengingatkan pentingnya menjaga keamanan pangan setelah proses memasak.
“Makanan yang baru dimasak sebaiknya langsung ditempatkan dalam wadah penyajian dan ditutup ketika suhunya mencapai 50–55 derajat Celsius. Jangan biarkan berada di suhu ruang lebih dari empat jam,” jelasnya.
Denny juga menekankan bahwa kebersihan wadah penyajian harus diperhatikan.
“Baki makanan sebaiknya diletakkan di atas meja, bukan di lantai, agar tetap higienis,” katanya.
Selain aspek teknis, Denny menilai kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan MBG. Menurutnya, kerja sama antar pihak perlu dibangun dengan transparansi, tanggung jawab bersama, peningkatan kapasitas, dan evaluasi berbasis data.
“Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pengawas, tapi seluruh tim. Keputusan harus berbasis data, bukan asumsi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, manajer, pengawas, dan penjamah makanan memiliki peran saling melengkapi, mulai dari penyusunan SOP, pemantauan, hingga penerapan praktik kebersihan di lapangan.
Dede menambahkan, DKP3 melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terus memperkuat pengawasan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), pembinaan sertifikasi NKV, serta koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan produk hewan di wilayah Depok.
“Dengan sinergi yang baik, kami berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi melalui pangan asal hewan yang aman dan berkualitas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan