Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Di bawah langit pagi Kota Pekalongan yang cerah, kawasan barat Stadion Hoegeng tampak lebih hidup dari biasanya.
Ribuan orang berbaris rapi mengikuti aba-aba apel akbar, mengenakan seragam khas sekolah, atribut amal usaha hingga pakaian kebesaran organisasi. Di tengah hiruk-pikuk itu, satu hal terasa jelas: Muhammadiyah di Kota Pekalongan tengah merayakan perjalanan panjangnya.
Tahun ini, Muhammadiyah memasuki usia 113 tahun. Angka yang bukan sekadar bilangan, tetapi kisah ketekunan, keberanian berinovasi, serta jejak pengabdian yang terus tumbuh mengikuti zaman.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekalongan, M. Hasan Bisyri, menyampaikan bahwa usia 113 tahun adalah bukti kedewasaan Muhammadiyah dalam berkontribusi bagi umat dan bangsa.
“Hari ini kita merayakan Milad Muhammadiyah yang ke-113, hal ini menunjukkan Muhammadiyah sudah semakin dewasa dan insya Allah semakin berkiprah,” ujarnya.
Hasan menyebutkan, sejumlah kegiatan digelar secara terpadu mulai dari seminar kehidupan, tabligh akbar, apel akbar, resepsi, hingga penyaluran santunan bagi difabel serta program bedah rumah.
“Semua kegiatan sengaja kita satukan dalam rangka menyambut milad ini,” jelasnya kepada Eranasional, Selasa (18/11/2025).
Menurut ia, apel akbar diikuti sedikitnya seribu peserta dari perwakilan sekolah, amal usaha Muhammadiyah (AUM), serta pengurus cabang dan ranting. Panitia terpaksa membatasi peserta karena keterbatasan lokasi.
Selain itu, selama satu bulan penuh Muhammadiyah Kota Pekalongan juga membuka posko bencana sebagai antisipasi meningkatnya potensi bencana di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
“Kami siap setiap saat. Setiap hari ada petugas piket untuk mengantisipasi ketika terjadi bencana,” kata Hasan.
Hasan berharap momentum milad ini menjadi penguatan kontribusi Muhammadiyah sesuai tema besar “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.”
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah kini telah menunjukkan peran global dalam penanganan kebencanaan.
“Di tingkat pusat, kami sudah membentuk tim tanggap darurat internasional yang telah disertifikasi oleh badan internasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, turut menyampaikan selamat dan apresiasi atas usia Muhammadiyah yang telah mencapai lebih dari satu abad.
“Alhamdulillah, hari ini Muhammadiyah sudah menginjak usianya yang ke-113. Ini adalah usia yang gemilang. Atas nama Pemkot Pekalongan, kami mengucapkan selamat Milad Muhammadiyah ke-113. Semoga tetap menjadi pencerah dan pemoderisasi bangsa,” ujarnya.
Balgis menegaskan bahwa sinergi antara Muhammadiyah dan Pemkot Pekalongan telah berjalan luas di berbagai bidang mulai dari sosial, pendidikan, ekonomi hingga lingkungan.
“Muhammadiyah cukup concern terkait permasalahan lingkungan hidup dan persampahan,” ungkapnya.
Salah satu program yang diapresiasi Pemkot adalah pemberian bantuan hibah UMKM oleh Muhammadiyah yang tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan.
“Selain modal, UMKM juga diberi edukasi dan motivasi agar bisa naik kelas,” jelasnya.
Di era digitalisasi, Balgis mengajak warga Muhammadiyah untuk terus bergerak maju tanpa meninggalkan nilai akhlakul karimah.
“Moderasi itu penting, tetapi warga Muhammadiyah juga harus tetap berbudi pekerti serta menjadi masyarakat Pekalongan yang sehat, sejahtera, dan bahagia,” tutupnya. (em-aha)

Tinggalkan Balasan