Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Kejuaraan Drum Band Wali Kota Cup 2025 kembali menjadi magnet antusiasme para pelajar dan masyarakat Kota Pekalongan.

Selama dua hari, Sabtu–Minggu, 15–16 November 2025, kawasan Obyek Wisata Taman Wisata Laut (TWL) Pantai Pasir Kencana Kota Pekalongan dipenuhi semangat kompetitif dan kreativitas para peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas.

Ajang seni dan olahraga tahunan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bakat, pelatihan karakter, serta wadah berekspresi bagi para pelajar.

Tahun ini, ratusan peserta tampil dengan formasi, koreografi, dan komposisi musik yang lebih variatif. Setiap tim menunjukkan persiapan matang, mulai dari kostum yang penuh warna, ritme musik yang dinamis, hingga penampilan baris-berbaris yang kompak.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, hadir langsung untuk menyaksikan jalannya perlombaan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, pelatih, guru pendamping, hingga orang tua yang terus memberikan dukungan.

“Banyak anak-anak di Kota Pekalongan yang sebenarnya memiliki potensi luar biasa di bidang drum band. Namun, mereka belum memiliki ruang yang cukup untuk tampil dan berkembang. Kejuaraan Wali Kota Cup ini menjadi salah satu sarana penting untuk membuka ruang itu,” ujar Balgis.

Ia menilai bahwa, antusiasme peserta merupakan bukti nyata bahwa minat generasi muda terhadap seni musik dan baris-berbaris sangat tinggi. Melalui ajang kompetitif yang sehat ini, ia berharap dapat mendorong lebih banyak sekolah untuk mengembangkan unit drum band sebagai kegiatan ekstrakurikuler unggulan.

Lebih lanjut, Wawalkot Balgis menekankan pentingnya kompetisi ini sebagai wadah untuk mengasah kreativitas dan inovasi anak-anak. Ia berharap, ajang ini dapat melahirkan tim drum band berkualitas yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi bahkan nasional.

“Melalui kegiatan seperti ini, kreativitas anak-anak akan semakin terasah. Mereka belajar membuat formasi, menciptakan harmoni musik, sekaligus melatih disiplin. Ini modal kuat untuk mencetak tim drum band unggulan Kota Pekalongan,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti nilai-nilai positif yang ditanamkan melalui latihan dan kompetisi drum band, seperti kerja sama tim, kekompakan, disiplin tinggi, serta ketangguhan mental.

“Pembentukan karakter seperti ini harus mulai diberikan sejak usia dini agar membentuk generasi yang percaya diri dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, kejuaraan Drum Band Wali Kota Cup 2025 juga dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan antar sekolah, guru, pelatih, dan masyarakat.

“Selain itu, lokasi penyelenggaraan di kawasan wisata Pantai Pasir Kencana memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Penonton dapat menikmati suasana pantai sekaligus menyaksikan penampilan spektakuler para peserta, menjadikannya agenda yang memberi dampak positif bagi sektor pariwisata lokal,”ungkapnya.

Pihaknya berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik.

“Ini adalah bagian dari investasi jangka panjang kita terhadap generasi muda. Mereka butuh ruang untuk tumbuh, berkreasi, dan berprestasi. Drum Band Wali Kota Cup adalah salah satu wujud nyata dari komitmen itu,” tegasnya.

Kepala UPTD TWL Pantai Pasir Kencana, Pratiwi Wulandari menerangkan, kejuaraan drum band ini dapat menjadi ruang ekspresi dan wadah prestasi bagi para pelajar Kota Pekalongan di bidang seni musik. Ada 51 peserta tim dari wilayah se-eks karesidenan Pekalongan.

“Luar biasa antusiasme peserta bahkan ada dari Brebes. Selamat berlomba kepada seluruh peserta. Tampilkan penampilan yang maksimal dan luar biasa semoga hasilnya pun memuaskan,” tukasnya. (em-aha)