Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia terus mendorong subsektor fesyen sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Direktur Fesyen Kementerian Ekraf RI, Romi Astuti, menegaskan bahwa, kontribusi fesyen terhadap perekonomian terus meningkat, sehingga perlu diperkuat melalui tiga arah kebijakan strategis. Hal itu ia sampaikan saat Workshop Strategi Pemasaran Digital untuk Pegiat Fesyen.

“Kami fokus pada penguatan ekosistem dan rantai pasok fesyen berkelanjutan, transformasi digital dan perluasan pasar, serta penguatan identitas dan narasi budaya,” jelas Romi di Hotel Howard Johnson (Hojo) Pekalongan, Rabu siang (19/11/2025).

Ia menyebut, sebanyak 65 pelaku fesyen dan lima perwakilan Dinparbudpora Kota Pekalongan mengikuti kegiatan yang menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Brand Activist, Akbar Mujahid dan Social Media Consultant, Ridwan Ismail Dirgantara.

Romi berharap, para peserta workshop dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas branding, memperluas pasar, dan memaksimalkan media digital dalam pengembangan usaha.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini. Menurutnya, digitalisasi telah mengubah cara industri fesyen berkembang dan menjadi kunci dalam memenangkan persaingan.

“Produk fesyen Kota Pekalongan kini bisa dilihat dan dibeli dalam hitungan detik melalui platform digital. Oleh karena itu, kompetensi digital bukan pilihan, tetapi kebutuhan,” tegas Sabaryo.

Ia menambahkan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen mendukung penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui pelatihan, pameran, dan perluasan akses pasar. Sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO, Kota Pekalongan terus mendorong inovasi agar pelaku fesyen lokal semakin berdaya saing.

“Workshop ini diharapkan menjadi momentum memperkuat daya saing fesyen Kota Pekalongan menuju pasar nasional dan global serta mendorong industri kreatif lokal semakin adaptif terhadap perkembangan era digital,” tukasnya. (em-aha)