Depok, ERANASIONAL.COM – Manajemen RSUD Anugerah Sehat Afiyat (ASA) Kota Depok resmi membantah pemberitaan negatif yang sempat beredar terkait tudingan pejabat rumah sakit melakukan perjalanan ke luar negeri hingga menyebabkan pelayanan tidak berjalan normal.

Rumah sakit menegaskan informasi tersebut tidak berdasar dan diduga kuat berasal dari tindakan oknum luar melalui pegawai internal yang memiliki motif tertentu.

Direktur RSUD ASA, dr. Enny Ekasari, menjelaskan bahwa investigasi internal yang dilakukan rumah sakit menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada upaya sistematis untuk merusak citra lembaga.

Salah satu temuan paling signifikan adalah rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang oknum pegawai masuk lebih awal ke area manajemen dan memotret sejumlah ruangan sebelum jam kerja dimulai.

“Dalam rekaman CCTV terlihat jelas bahwa oknum pegawai itu masuk pada pukul 06.58 WIB. Padahal jam kerja pegawai manajemen baru dimulai 07.30 WIB. Tindakan memotret ruangan di luar jam kerja ini menjadi perhatian kami karena terjadi bertepatan dengan munculnya isu yang beredar,” kata Enny kepada eranasional, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, aktivitas tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa oknum tersebut memiliki tujuan tertentu, termasuk kemungkinan menyebarkan informasi yang dapat menggiring opini negatif kepada publik.

Pihak manajemen menilai cara yang dilakukan oknum tersebut tidak sesuai prosedur, terlebih dilakukan tanpa izin dan di luar jam operasional.

Tidak hanya itu, Enny menegaskan bahwa tudingan mengenai pelayanan rumah sakit yang terganggu pada 20 November 2025 juga telah terbantahkan oleh data.

Berdasarkan catatan pelayanan, dokumentasi video aktivitas pelayanan, serta rekaman CCTV lainnya, seluruh layanan berjalan normal dan tidak ditemukan adanya gangguan operasional.

“Semua data dan rekaman menunjukkan pelayanan tetap berjalan. Bahkan oknum yang mengaku melaporkan gangguan layanan itu sendiri terlihat bekerja seperti biasa pada hari yang sama. Ini membuat kami semakin yakin bahwa pemberitaan tersebut tidak muncul secara natural,” ujarnya.

Enny menambahkan bahwa selama ini ia selalu mudah dihubungi dan menjalankan tugas sesuai fungsi sebagai pimpinan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Depok. Oleh karena itu, tudingan yang menyebutkan ia tidak berada di tempat atau tidak menjalankan tugas dinilai tidak sesuai fakta.

Ia juga mengungkapkan dugaan awal mengenai motif di balik tindakan oknum tersebut. Menurutnya, ada indikasi bahwa isu miring ini dilakukan akibat kekecewaan pribadi.

“Kami menduga isu yang dibuat oknum luar tersebut muncul karena ada keinginan atau kepentingan keuntungan tertentu yang tidak dapat difasilitasi di RS ini. Ini masih dugaan awal, tetapi arah temuan kami mengarah ke sana,” tegas Enny.

Manajemen berharap masyarakat dapat melihat fakta yang ada secara objektif dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi.

Sementara itu, di tengah polemik ini, RSUD ASA Tapos tetap melanjutkan pengembangan layanannya. Pada peringatan ulang tahun ke-3, rumah sakit tersebut melakukan soft launching layanan hemodialisis sebagai langkah awal pengembangan pusat layanan ginjal.

Program ini merupakan komitmen rumah sakit untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat Depok.

Dengan peningkatan fasilitas, perbaikan kualitas layanan, dan lingkungan rumah sakit yang lebih nyaman, RSUD ASA optimistis kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan akan meningkat di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri.