Sebelumnya, email berisi ancaman bom diterima sekolah-sekolah di Kota Depok dari sebuah akun dengan nama “KLH”.

Isi email itu adalah teror bom, penculikan, pembunuhan, hingga tebar narkoba.

Menurut email itu, motif pengirimnya adalah membenci pendidikan di Depok, tidak terima polisi tidak adil lantaran tidak menanggapi laporan polisinya: Ia mengaku diperkosa, dan orang yang memperkosanya tidak bertanggung jawab menikahinya.

Dia menuliskan nama lengkapnya—diinisialkan KLH, alumni SMPIT-SMAIT Pesantren N dan universitas T.
Ia juga mengaku beralamat di Jalan Jati Ulin, Kecamatan Beji, Kota Depok.

“Gua gak takut sama apa yang akan gua lakukan dengan nama almamater gua,” ujarnya.