Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, disebutkan adanya sejumlah pekerja yang terjebak di dalam lubang tambang akibat kepulan asap yang diduga berasal dari gas beracun. Namun informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang maupun oleh PT Antam sebagai pengelola tambang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Antam terkait kabar tersebut, termasuk mengenai kondisi pekerja, aktivitas tambang, maupun dugaan adanya kebocoran gas berbahaya.
AKP Ucup mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum tentu benar. Semua akan kami sampaikan secara terbuka jika sudah ada hasil pengecekan di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pekerja tambang menjadi prioritas utama. Apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur keselamatan atau kejadian luar biasa, pihak kepolisian memastikan akan menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Hingga kini, aparat kepolisian masih menunggu izin untuk masuk ke lokasi pertambangan guna memastikan kondisi sebenarnya. Publik pun diimbau menunggu klarifikasi resmi dari kepolisian dan pihak Antam, agar tidak terjadi penyebaran informasi yang menyesatkan.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat jika benar terjadi insiden besar di area pertambangan, maka akan berdampak luas tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga masyarakat sekitar.
Reporter : Gesthan

Tinggalkan Balasan