Jakarta, ERANASIONAL.COMKondisi memprihatinkan Pasar Sunan Giri di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, menjadi sorotan serius dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, Selasa (13/1/2026).

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josephine Simanjuntak, secara terbuka mempertanyakan langkah Perumda Pasar Jaya yang dinilai hanya melakukan pengecatan ulang, padahal kondisi fisik bangunan pasar disebut sudah rawan dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Josephine mempertanyakan apakah pada tahun anggaran 2026 tidak ada pengajuan revitalisasi menyeluruh untuk Pasar Sunan Giri. Menurutnya, perbaikan kosmetik berupa pengecatan tidak menyentuh akar persoalan bangunan pasar yang sudah tua dan mengalami kerusakan struktural.

“Apakah di tahun ini tidak ada pengajuan untuk melakukan revitalisasi Pasar Sunan Giri? Karena di paparan yang saya lihat, ini sudah dilakukan pengecatan. Saya jujur kaget waktu 2025 melihat perkembangan Pasar Sunan Giri,” ujar Josephine dalam rapat tersebut.

Josephine menilai kebijakan pengecatan ulang justru tidak sejalan dengan kondisi lapangan. Ia menegaskan bahwa Pasar Sunan Giri seharusnya dibangun ulang atau direvitalisasi secara menyeluruh, bukan hanya dipercantik secara visual.

“Yang jadi pertanyaan saya, kok malah dicat, bukan dibangun ulang? Mestinya ini bukan sekadar dicat ulang,” tegasnya.