“Kedua, saya juga ingin tahu apakah semua pasar milik Pasar Jaya sudah punya perlengkapan untuk mengantisipasi kebakaran,” katanya.
Josephine menyinggung peristiwa kebakaran di Pasar Kramat Jati sebagai contoh nyata betapa seriusnya risiko kebakaran di pasar tradisional.
“Karena kejadian di Pasar Kramat Jati itu bukan main-main. Itu seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua agar jangan sampai ada lagi pasar yang terbakar,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Josephine secara implisit mendesak Perumda Pasar Jaya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar-pasar lama, khususnya yang sudah mengalami kerusakan berat.
Ia menilai pendekatan tambal sulam, seperti pengecatan tanpa perbaikan struktural, hanya akan menunda masalah dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.
Sorotan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa program revitalisasi pasar tidak hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi rakyat.
Hingga rapat berakhir, Perumda Pasar Jaya belum memberikan penjelasan rinci terkait rencana revitalisasi Pasar Sunan Giri. Komisi C DPRD DKI Jakarta menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut agar keselamatan pedagang dan pengunjung pasar tidak diabaikan.

Tinggalkan Balasan