Gubernur Bali menegaskan bahwa satgas kebersihan pantai tidak hanya melibatkan dinas lingkungan hidup. Pemprov Bali berencana menggandeng berbagai unsur, mulai dari BPBD, Dinas Pendidikan, TNI, Polri, hingga pemerintah kabupaten dan kota yang wilayahnya memiliki garis pantai.
“Begitu saya kembali, kami akan langsung mengumpulkan Kadis Lingkungan Hidup, kepala BPBD, Kadis Pendidikan, serta melibatkan TNI dan Polri. Satgas akan segera dibentuk,” tegas Koster.
Selain pembentukan satgas, Pemprov Bali juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung untuk menyiagakan armada pengangkut sampah khusus di kawasan pantai. Armada ini akan ditempatkan secara strategis agar proses pengangkutan sampah bisa dilakukan cepat dan efisien.
Menanggapi arahan Presiden Prabowo yang mendorong pelibatan siswa SD, SMP, dan SMA dalam kegiatan kerja bakti membersihkan pantai, Koster menyatakan pada prinsipnya Pemprov Bali siap mendukung. Namun, ia menekankan bahwa pelibatan pelajar harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana.
“Bukan hanya siswanya yang disiapkan, tapi juga alat pengangkut sampahnya. Kalau tidak, kegiatan bersih-bersih tidak akan efektif,” ujarnya.
Koster mengakui bahwa pemerintah daerah saat ini sudah memiliki alat berat dan perlengkapan kebersihan dalam jumlah cukup. Namun, alat-alat tersebut tidak mungkin difokuskan hanya di satu titik pantai, mengingat panjang garis pantai Bali dan banyaknya lokasi wisata.
Sorotan Presiden terhadap sampah di pantai Bali dinilai wajar mengingat sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bali. Pantai menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Jika kondisi kebersihan tidak terjaga, hal tersebut berpotensi menurunkan minat kunjungan wisatawan.
Dalam taklimatnya, Prabowo mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi pantai Bali yang kotor ia peroleh dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional, menteri, dan jenderal yang ditemuinya saat berada di Korea Selatan. Menurut Presiden, isu tersebut sudah menjadi pembicaraan di kalangan internasional.
“Kita tidak boleh membiarkan sampah merusak wajah pariwisata kita,” kata Prabowo dalam forum tersebut.

Tinggalkan Balasan