Selain mendorong langkah cepat di tingkat daerah, Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana strategis pemerintah pusat untuk membangun 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota di Indonesia, termasuk di Bali. Proyek tersebut ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan beroperasi dalam kurun sekitar dua tahun.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah, tidak hanya di kawasan wisata, tetapi juga di perkotaan dan permukiman padat penduduk.
Menutup pernyataannya, Koster menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang diberikan terhadap persoalan sampah di Bali. Ia menilai Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pusat dan daerah.
“Kami berterima kasih atas perhatian Bapak Presiden. Ini menjadi pengingat dan sekaligus dorongan agar kami bekerja lebih cepat dan lebih terkoordinasi,” kata Koster.
Dengan pembentukan satgas kebersihan pantai dan dukungan program nasional pengolahan sampah, Pemprov Bali berharap persoalan sampah di kawasan pesisir dapat ditangani secara lebih efektif, sehingga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan