Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, resmi membuka Manasik Haji Terintegrasi Kota Pekalongan Tahun 1447 H/2026 M di Ballroom Hotel Dafam, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Forkopimda, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekalongan, serta jajaran OPD. Manasik terintegrasi digelar untuk membekali calon jemaah agar siap secara fisik, mental, dan memahami tata cara ibadah secara menyeluruh.

Wali Kota Aaf, sapaan Achmad Afzan Arslan Djunaid menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam memastikan kelancaran proses haji, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

“Untuk layanan teknis berada di Kementerian Haji dan Umrah. Kami memastikan proses keberangkatan dan kepulangan berjalan lancar, serta terus berkoordinasi agar fasilitas bagi jemaah layak dan optimal,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar dan mendorong jemaah aktif memberi masukan guna peningkatan layanan ke depan.

Sementara itu, Kepala Kemenhaj Kota Pekalongan, R. Antono, menyebutkan daftar tunggu haji per 31 Desember 2025 mencapai 8.950 orang. Untuk tahun 2026, Kota Pekalongan memperoleh kuota 345 orang, terdiri dari 343 calon jemaah dan 2 Petugas Haji Daerah (PHD).

“Jemaah termuda, Muhammad Rafi Aditya Praja, berusia 14 tahun. Ia lahir di Pekalongan pada 21 Maret 2012 dan berdomisili di wilayah Buaran. Usia tersebut menandai salah satu calon jemaah haji termuda yang akan diberangkatkan dari Kota Pekalongan pada musim haji tahun ini,” tuturnya.

Sedangkan yang tertua berusia 85 tahun, atas nama Busoyri Tasbulah Tohir yang berdomisili di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kota Pekalongan.

“Bagi jemaah lansia akan mendapat perhatian khusus, terutama dari sisi kesehatan dan pendampingan selama ibadah,” jelas Antono.

Dari total 343 jemaah, sebanyak 189 perempuan dan 154 laki-laki. Mayoritas berada pada rentang usia 51–60 tahun sebanyak 116 orang, disusul usia 41–50 tahun (84 orang) dan 61–70 tahun (83 orang).

Para jemaah juga tergabung dalam sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). KBIHU Assalamah Kopena menjadi yang terbanyak dengan 126 jemaah.

“Disusul Aisyiyah dengan 68 jemaah, Yayasan Assalamah ada 56, dan Alfairus sebanyak 46. Sebanyak 48 jemaah mengikuti bimbingan secara mandiri,” jelasnya.

Antono berharap seluruh jemaah mengikuti rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh agar pelaksanaan ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan sesuai tuntunan. (em-aha)