Kuasa hukum para korban, Army Mulyanto menjelaskan bahwa kliennya sopan saat menegur pengendara yang parkir sembarangan di Hypermart Tole Iskandar. Army menyebut pengendara itu ditegur karena memarkir sepeda motor di area khusus mobil.
Akan tetapi, pengendara yang disebut anggota TNI itu tidak terima dan mengancam akan kembali dengan “satu kompi” kawan. Tak lama kemudian, terduga pelaku bersama sekitar 10 orang datang dan mengeroyok para korban. Sejumlah pengeroyok dilaporkan mengenakan atribut militer.
“Korban dipukuli secara membabi buta. Ada yang berseragam loreng. Mereka datang, melakukan kekerasan di depan umum, lalu kabur ke arah kompleks Kostrad,” kata Army dikutip dari Kompas.com.

Tinggalkan Balasan