“Catatan ini bukan teguran keras, tetapi koreksi yang perlu ditindaklanjuti segera. Standar lingkungan sangat menentukan kualitas pangan yang disajikan kepada anak-anak,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati di Bali, Jumat (12/12/2025).

Dari sisi operasional, SPPG Senganan diketahui telah menjalin kemitraan dengan UMKM lokal dalam penyediaan roti dan makanan kering, bekerja sama dengan BUMDes Penebel untuk pengadaan ATK dan paper bag, serta terhubung dengan bank sampah desa sebagai bagian dari komitmen pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Praktik ini diapresiasi karena mendukung perputaran ekonomi lokal dan pengurangan limbah.

Namun demikian, BGN menegaskan bahwa kolaborasi yang baik harus diiringi dengan kehati-hatian pada aspek higienitas. BGN meminta pengelola untuk memperkuat pengawasan area, peningkatan sanitasi rutin, serta memastikan seluruh alur produksi terjaga dari potensi kontaminasi silang.

“SPPG Senganan punya fondasi operasional yang baik dan inovatif. Karena itu sangat penting memastikan lingkungannya juga aman dan sepenuhnya sesuai standar,” tambah Hida.

Dari perspektif komunikasi publik, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty menilai langkah korektif ini sebagai bagian penting dari transparansi layanan.

“Memberikan catatan secara terbuka dan menyampaikan rencana perbaikan adalah bentuk akuntabilitas. Publik perlu melihat bahwa setiap SPPG terus berupaya meningkatkan kualitas,” jelas Molly.