Aparat keamanan tetap melanjutkan proses pengamanan dan membawa para tahanan sesuai prosedur. Situasi yang awalnya masih terkendali kemudian berubah memanas ketika seseorang yang diduga sebagai provokator melempar batu ke arah aparat keamanan dan sejumlah pejabat daerah yang berada di lokasi.

Aksi pelemparan tersebut memicu kepanikan. Beberapa pejabat dan undangan yang sebelumnya mengikuti prosesi adat tampak berhamburan meninggalkan lokasi untuk menghindari situasi yang semakin tidak kondusif.

Menanggapi tindakan tersebut, aparat keamanan mengambil langkah tegas dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara dan melakukan pengejaran terhadap oknum-oknum yang diduga memicu kerusuhan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bentrokan yang lebih luas dan menjaga keselamatan masyarakat sekitar.

Ritual patah panah dan panah babi merupakan tradisi adat yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat, sebagai simbol berakhirnya permusuhan dan komitmen untuk hidup berdampingan secara damai. Namun, insiden ini menunjukkan bahwa perdamaian adat tidak selalu berjalan seiring dengan penerimaan terhadap proses hukum formal.