Papua, ERANASIONAL.COM – Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Papua dan Papua Pegunungan menuai kritik tajam dari aktivis hak asasi manusia (HAM) dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Agenda kunjungan yang diisi dengan peninjauan pasar, sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kegiatan bermain sepak bola dinilai terlalu bersifat seremonial dan tidak menyentuh persoalan mendasar di Papua.
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, menyatakan bahwa pendekatan simbolik semacam itu tidak akan mampu menyelesaikan kompleksitas persoalan yang telah lama membelit Tanah Papua.
“Kalau Wakil Presiden datang hanya untuk tinjau pasar, sekolah, dan main bola, sebaiknya jangan ke sini. Masalah Papua sangat kompleks dan harus diselesaikan oleh negara, bukan sekadar melalui acara seremonial,” ujar Theo kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026).
Theo menilai kunjungan yang minim dialog substantif menunjukkan pemerintah pusat belum memiliki keseriusan dan empati dalam menyelesaikan konflik Papua. Menurutnya, persoalan Papua bukan semata soal pembangunan infrastruktur atau peningkatan kesejahteraan ekonomi, melainkan persoalan politik yang berujung pada krisis kemanusiaan dan pelanggaran HAM.
Ia juga mengkritik penggunaan narasi lama yang dinilainya sudah tidak relevan dengan kondisi masyarakat Papua saat ini.
“Slogan-slogan lama seperti ‘Bapak datang, anak senang’ sudah tidak menyentuh luka masyarakat Papua. Yang dibutuhkan adalah keadilan hukum dan politik, bukan sekadar kunjungan simbolik,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan