Ia menilai, situasi tersebut membuat klarifikasi internal tidak dapat dilakukan secara optimal sebelum laporan diumumkan ke publik.
Dengan nada tegas, Anwar Usman membantah keras anggapan bahwa dirinya sering bolos atau mangkir dari tugas sebagai hakim konstitusi. Ia menegaskan bahwa selama hampir 50 tahun berkarier di dunia kehakiman, dirinya dikenal disiplin dan hampir tidak pernah mengambil cuti.
“Saya hampir 50 tahun jadi hakim. Saya enggak pernah cuti,” tegas Anwar.
Namun demikian, Anwar mengakui bahwa pada awal tahun 2025 dirinya mengalami masalah kesehatan serius yang mengharuskannya menjalani perawatan dan pengobatan secara intensif.
Anwar menjelaskan bahwa seluruh ketidakhadirannya sepanjang 2025 disebabkan oleh kondisi kesehatan dan bukan tanpa alasan yang sah. Ia memastikan bahwa setiap ketidakhadiran selalu disertai izin resmi dan pemberitahuan kepada majelis hakim.
“Ketidakhadiran saya itu tidak ada yang tanpa alasan sakit,” ujarnya.
Untuk memperkuat penjelasannya, Anwar bahkan menunjukkan kotak berisi obat-obatan yang harus ia konsumsi setiap hari sebagai bagian dari proses pengobatan.
“Ini obat saya, setiap hari,” katanya sambil memperlihatkan kotak obat tersebut.

Tinggalkan Balasan