Sementara Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Zaldi Kurniawan, menyebut dari ribuan amunisi tersebut sebagian besar diketahui merupakan buatan PT Pindad.

“Benar, kami temukan amunisi produksi Pindad. Kami masih dalami dari mana tersangka mendapatkannya dan apakah ada keterlibatan pihak lain,” jelas Zaldi.

Adapun rincian amunisi yang ditemukan antara lain: Kaliber 76,2 mm: 210 butir, Kaliber 5,56 x 72 mm: 1.460 butir, Kaliber US Carabine 30 mm: 643 butir, Kaliber 9 mm: 1.330 butir, Kaliber 5,56 x 45 mm: 1.775 butir, Kaliber 22 mm: 973 butir, Kaliber 38 mm auto: 247 butir, Kaliber 37 special: 395 butir

Kemudian Kaliber 762 AK: 220 butir, Kaliber 9 mm PAK: 244 butir, Kaliber 762 sniper: 514 butir, Kaliber 9 x 17 mm: 19 butir, Amunisi shotgun: 14 butir, FN 46: 14 butir, Amunisi campuran: 277 butir.

Selain itu, polisi juga menyita 1.044 selongsong berbagai ukuran, 5 unit magazin SS1, 1 unit magazin M16, 4 unit magazin AR15

Dalam kasus ini, aparat kepolisian masih mengejar tersangka H yang diduga sebagai perakit sekaligus distributor senjata rakitan kepada beberapa tersangka lain. Polda Lampung memastikan pengusutan akan terus berlanjut hingga seluruh jaringan terungkap.

“Ini bukan pengungkapan biasa. Ada rantai pasokan, modifikasi, hingga penjualan lintas provinsi. Kami terus dalami seluruh jaringannya,” ujar Helmy.