Depok, ERANASIONAL.COM – Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, menyatakan akan mengambil langkah pembinaan tegas terhadap remaja yang terlibat tawuran maupun yang kedapatan menyalakan petasan selama bulan suci Ramadan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengikutsertakan para pelanggar ke dalam program pesantren kilat sebagai bentuk edukasi dan pembinaan karakter.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Waras seusai menghadiri kegiatan Ngopi Bersama IJTI Korda Depok bersama K3D dan perwakilan Kodim 0508/Depok di kawasan Sukmajaya, Jumat malam, 13 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari berbagai masukan masyarakat dan tokoh setempat yang menginginkan suasana Ramadan di Kota Depok tetap aman dan kondusif.
Menurut Abdul Waras, tawuran remaja masih menjadi persoalan klasik yang kerap muncul, terutama pada malam hingga dini hari. Momentum Ramadan, yang seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah dan penguatan spiritual, justru sering disalahgunakan oleh sebagian remaja untuk melakukan aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Salah satu yang akan kami tindak lanjuti ialah mengikutsertakan anak-anak yang terlibat tawuran ke pondok pesantren kilat,” ujar Abdul Waras.
Ia berharap pendekatan pembinaan berbasis keagamaan tersebut dapat menyentuh sisi kesadaran para remaja. Dengan mengikuti kegiatan pesantren kilat, para pelanggar tidak hanya mendapatkan pemahaman agama, tetapi juga pembinaan disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai sosial yang lebih positif.
Abdul Waras menegaskan bahwa jika masih ada remaja yang nekat melakukan tawuran, pihak kepolisian tidak akan ragu untuk mengambil langkah tegas. “Apabila masih ngotot dan nekat tawuran, nanti akan kami pesantren kilatkan di Polres Metro Depok,” katanya.

Tinggalkan Balasan