Data kepolisian menunjukkan bahwa pada periode Ramadan tahun-tahun sebelumnya, terjadi peningkatan laporan gangguan ketertiban yang melibatkan remaja, terutama pada akhir pekan. Oleh karena itu, langkah pencegahan sejak awal dinilai lebih efektif daripada penindakan setelah kejadian.

Tokoh masyarakat Depok yang hadir dalam forum diskusi tersebut menyambut baik rencana program pesantren kilat. Mereka berharap pendekatan pembinaan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda yang lebih disiplin dan religius.

Abdul Waras menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen kepolisian untuk menjaga keamanan selama Ramadan. Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut berkontribusi menciptakan suasana damai, sehingga warga dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.

Dengan kombinasi patroli rutin, kolaborasi lintas instansi, serta pembinaan melalui pesantren kilat, Polres Metro Depok optimistis dapat menekan angka tawuran dan gangguan keamanan selama bulan suci. Pendekatan preventif yang menekankan edukasi dan pembentukan karakter diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga kondusivitas Kota Depok sepanjang Ramadan 2026.